Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Slide Title 2

Slide Content 2

Slide Title 3

Slide Content 3

Slide Title 4

Slide Content 4

Slide Title 1

Slide Content 5

Sunday, 29 March 2015

200 Penggalang Mengikuti Kegiatan Outbond

Minggu, 29 Maret 2015. Tim Turba SMP N 1 Kalibagor dari Ambalan Rama-Shinta Gugusdepan 10.1734-10.1735 Pangkalan SMA N Banyumas mengadakan kegiatan Outbond di wilayah Kalibagor. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari penggalang dari SMP N 1 Kalibagor. Dimulai dengan Upacara Pembukaan oleh Kakak Pembina pukul 07.00 diiringi cuaca yang bersahabat, kegiatan tersebut dibuka. Dalam pelaksannannya kegiatan ini ada 6 pos, yaitu: pionering, pbb, pupk, semaphore, yel-yel, games.

"Kegaitan ini sangat bagus untuk melatih mental, kepemimpinan, manajemen, dan tanggung jawab dari panitia kegiatan (Tim Turba) yang sedang menjalankan tugasnya di Pangkalan ini. Saya berarap dengan adanya kegiatan ini dapat bermanfaat dalam kehidupan lingkungan mereka." ujar Kak Qori Solihah Al A'raf selaku pendamping Tim Turba SMP N 1 Kalibagor.

"Kegaitan ini adalah kegiatan kami yang terakhir selama bertugas di Pangkalan SMP N 1 Kalibagor sekaligus perpisahan dengan adik-adik penggalang yang ada di Pangkalan SMP N 1 Kalibagor. Kegiatan ini juga sebagai wahana evaluasi pada adik-adik yang kami bina dan sebagai parameter keberhasilan kami dalam memina mereka." ujar kak Heronimus Fredi Morgan selaku Ketua Panitia kegiatan Outbond.

DOKUMENTASI KEGIATAN

 POS YEL-YEL
 PENJELAJAHAN
 HALANG-RINTANG
 UPACARA
PEMBERIAN HADIAH OLEH KAKAK PEMBINA

"SATYAKU KU DARMAKAN, DARMAKU KU BAKTIKAN"

-Jurnalis ARASHI-

Saturday, 21 February 2015

ARASHI SMABA Merayakan HUT-nya yang ke-41

RAMA-SHINTA JAYA!

Sabtu (21/2), Ambalan Rama-Shinta Gugus Depan 10.1734-10.1735 Pangkalan SMA Negeri Banyumas merayakan hari jadinya yang ke 41 tahun. Kegiatan ini dilaksanakan melalui acara Syukuran sebagai media beryukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ka Mabigus, Pembina, Dewan Ambalan, Kelas X, dan Purna Dewan (dari berbagai angkatan) yang semua hadir saling membaur menjadi satu seperti keluarga di Sanggar Bakti Pramuka Ayodya Mantili. Acara dimulai dengan sambutan dari Ka Mabigus, Dewan Ambalan, Purna Dewan, dilanjutkan dengan Pembacaan Doa serta makan-makan dan diakhiri dengan berfoto bersama.

DOKUMENTASI KEGIATAN

 

PEMOTONGAN NASI TUMPENG OLEH PEMBINA 

PENYERAHAN POTONGAN NASI TUMPENG SECARA SIMBOLIK

FOTO BERSAMA DEWAN AMBALAN DENGAN PURNA DEWAN

FOTO PURNA DEWAN 

FOTO YANG DATANG AKHIRAN


"SATYAKU KU DARMAKAN, DARMAKU KU BAKTIKAN"

-JURNALIS ARASHI-

Friday, 30 January 2015

Penganugerahan Tanda Penghargaan Bintang Tahunan

30 Januari 2015
Penganugerahan Bintang Tahunan Satu di Ambalan Rama-Shinta Gugus Depan 10.1734-10.1735 Pangkalan SMA Negeri Banyumas. Penghargaan ini diberikan kepada anggota muda Gerakan Pramuka sebagai penghargaan atas kesetiaan kepada organisasi dan keaktifannya sebagai anggota Gerakan Pramuka. Tanda Penghargaan dianugerahkan kepada: Almas Nida Nabila, Almi Santi Ameilia, Guruh Prayogi, Hikmah Eka Irmayanti, Ibnu Arif Nurpermadi, Ilham Hugo Anantama, Muhammad Fathul Barri, Refina Rizky Permata Sari, Rizky Yoga Pangestu, Seyla Anggraeni.




Wednesday, 20 August 2014

Pramuka Masuk Kurikulum, Indro Warkop Kecewa

2 Tahun lalu kami telah memberikan informasi mengenai Pramuka Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD, dengan kata lain Pramuka Akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Dasar. Hal tersebut memacu berbagai opini baik itu pro dan kontra. Salah satunya datang dari salah satu pelawak legendaris yang group lawaknya juga legendaris di Indonesia, Beliau dikenal sebagai artis yang aktif di Pramuka, Beliau adalah Indro Warkop.
Indro Warkop menilai kebijakan Menteri Pendidikan yang memasukkan Pramuka dalam kurikulum tidak efektif. Indro bahkan menyesalkan hal itu. Sebagai seorang Pramuka, Indro kecewa pada kebijakan yang mewajibkan murid untuk ikut Pramuka.
"Pramuka itu jiwa, Pramuka itu pilihan bukan paksaan," kata Indro kepada Tempo, Kamis, 14 Agustus 2014.
Indro menjelaskan ketidaksukaannya pada kebijakan tersebut. Baginya, dasar moral itu didapatkan dari keluarga. Oleh sebab itu, jika memasukkan Pramuka dalam kurikulum agar mendapatkan pendidikan moral, itu keliru.
"Dasar moral itu dari keluarga. Pramuka hanya mengarahkan manusia-manusia yang telah memiliki dasar itu ke aktivitas yang lebih baik," Indro menjelaskan.
Indro berpendapat manusia yang telah memiliki dasar moral baik inilah yang akan memilih Pramuka.
"Mereka dengan sendirinya akan memilih Pramuka, bukan karena paksaan," Indro menegaskan.
Ada beberapa alasan mengapa Indro menyesalkan Pramuka dimasukkan dalam kurikulum. Pertama, pembina bukan lagi pembina Pramuka, melainkan guru sekolah. Kedua, dengan memasukkannya sebagai kurikulum tentu akan bersentuhan dengan UU.
"Dalam pelaksanaan UU pasti masuk ke wilayah politik dan akan berakhir dan bersentuhan dengan uang," kata Indro.
Indro Warkop memang dikenal sebagi artis yang aktif di Pramuka. Pada 1974 Indro bahkan menjadi salah satu wakil Pramuka Indonesia yang mengikuti Jambore Internasional di Filipina.

Wednesday, 19 December 2012

KH Agus Salim (Biography)

KH Agus Salim
Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961
Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.

Karya Tulis

Karya TulisKarya Terjemahan
  1. Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia
  2. Dari Hal Ilmu Quran
  3. Muhammad voor en na de Hijrah
  4. Gods Laatste Boodschap
  5. Jejak Langkah Haji Agus Salim (Kumpulan karya Agus Salim yang dikompilasi koleganya, Oktober 1954)
  1. Menjinakkan Perempuan Garang (dari The Taming of the Shrew karya Shakespeare)
  2. Cerita Mowgli Anak Didikan Rimba (dari The Jungle Book karya Rudyard Kipling)
  3. Sejarah Dunia (karya E. Molt)

Karier Politik

Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:
  1. anggota Volksraad (1921-1924)
  2. anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
  3. Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
  4. pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
  5. Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
  6. Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949
Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.
Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Padang.

Selamat Datang

Selamat datang di Official Blog of Ambalan Rama Shinta SMA Negeri Banyumas. Di sini ada berbagai artikel edukatif kepramukaan yang dapat Sobat Baca, Unduh ataupun Salin. Di sini juga terdapat berbagai informasi tantang Organisasi Kami, kegiatan-kegiatan yang ada di Organisasi Kami, baik kegiatan rutin maupun kegiatan yang lain. Selamat Membaca!

Sepintas Tentang ARASHI

Arashi adalah Organisasi Pramuka yang ada di SMA Negeri Banyumas. SMA Banyumas memiliki Ekstrakurikuler Pramuka dengan Ambalannya yaitu RAMA dan SHINTA dengan GUDEP 10-1734 dan 10-1735. Kegaitan Kepramukaan adalah kegiatan yang resmi dan diatur dalam undang-undang yaitu UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan anggotanya.

Info