Satuan Karya Pramuka
Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.
Slide Title 2
Slide Content 2
Slide Title 3
Slide Content 3
Slide Title 4
Slide Content 4
Slide Title 1
Slide Content 5
Friday, 30 January 2015
Penganugerahan Tanda Penghargaan Bintang Tahunan
Published :
Friday, January 30, 2015
Author :
Harif Wijayanto
30 Januari 2015
Penganugerahan Bintang Tahunan Satu di Ambalan Rama-Shinta Gugus Depan
10.1734-10.1735 Pangkalan SMA Negeri Banyumas. Penghargaan ini diberikan
kepada anggota muda Gerakan Pramuka sebagai penghargaan atas kesetiaan
kepada organisasi dan keaktifannya sebagai anggota Gerakan Pramuka. Tanda Penghargaan dianugerahkan kepada: Almas Nida Nabila, Almi Santi Ameilia, Guruh Prayogi, Hikmah Eka Irmayanti, Ibnu Arif Nurpermadi, Ilham Hugo Anantama, Muhammad Fathul Barri, Refina Rizky Permata Sari, Rizky Yoga Pangestu, Seyla Anggraeni.
Wednesday, 20 August 2014
Pramuka Masuk Kurikulum, Indro Warkop Kecewa
Published :
Wednesday, August 20, 2014
Author :
Rizal Nurhidayat
2 Tahun lalu kami telah memberikan informasi mengenai Pramuka Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD, dengan kata lain Pramuka Akan Masuk dalam Kurikulum Pendidikan Dasar. Hal tersebut memacu berbagai opini baik itu pro dan kontra. Salah satunya datang dari salah satu pelawak legendaris yang group lawaknya juga legendaris di Indonesia, Beliau dikenal sebagai artis yang aktif di Pramuka, Beliau adalah Indro Warkop.
Indro Warkop menilai kebijakan Menteri Pendidikan yang memasukkan Pramuka dalam kurikulum tidak efektif. Indro bahkan menyesalkan hal itu. Sebagai seorang Pramuka, Indro kecewa pada kebijakan yang mewajibkan murid untuk ikut Pramuka.
"Pramuka itu jiwa, Pramuka itu pilihan bukan paksaan," kata Indro kepada Tempo, Kamis, 14 Agustus 2014.
Indro menjelaskan ketidaksukaannya pada kebijakan tersebut. Baginya, dasar moral itu didapatkan dari keluarga. Oleh sebab itu, jika memasukkan Pramuka dalam kurikulum agar mendapatkan pendidikan moral, itu keliru.
"Dasar moral itu dari keluarga. Pramuka hanya mengarahkan manusia-manusia yang telah memiliki dasar itu ke aktivitas yang lebih baik," Indro menjelaskan.
Indro berpendapat manusia yang telah memiliki dasar moral baik inilah yang akan memilih Pramuka.
"Mereka dengan sendirinya akan memilih Pramuka, bukan karena paksaan," Indro menegaskan.
Ada beberapa alasan mengapa Indro menyesalkan Pramuka dimasukkan dalam kurikulum. Pertama, pembina bukan lagi pembina Pramuka, melainkan guru sekolah. Kedua, dengan memasukkannya sebagai kurikulum tentu akan bersentuhan dengan UU.
"Dalam pelaksanaan UU pasti masuk ke wilayah politik dan akan berakhir dan bersentuhan dengan uang," kata Indro.
Indro Warkop memang dikenal sebagi artis yang aktif di Pramuka. Pada 1974 Indro bahkan menjadi salah satu wakil Pramuka Indonesia yang mengikuti Jambore Internasional di Filipina.
Wednesday, 19 December 2012
KH Agus Salim (Biography)
Published :
Wednesday, December 19, 2012
Author :
Rizal Nurhidayat
Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961
Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.
Karya Tulis
| Karya Tulis | Karya Terjemahan |
|---|---|
|
|
Karier Politik
Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:
- anggota Volksraad (1921-1924)
- anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
- Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
- pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
- Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
- Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949
Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.
Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Padang.
(Sumber)
Sejarah Singkat Gerakan Pramuka di Indonesia
Published :
Wednesday, December 19, 2012
Author :
Rizal Nurhidayat
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan penidikan nasional yang penting dan merupakan bagian dari sejarah bangsa, oleh karena itu Pramuka Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. "Praja" yang artinya Tempat, "Muda" yang artinya Pemuda, "Karana" yang artinya berkarya, jadi Pramuka memiliki arti tempat rakyat muda yang suka berkarya. Pramuka sendiri juga mempunyai sejarah, adapun Sejarah Singkat Gerakan Pramuka di Indonesia adalah sebagai berikut :
- Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam konggres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 benar-benar menjiwai Gerakan Kenaduan Nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.
- Adanya larangan dari Pemerintah Hindia Belanda kepada organisasi kepanduan diluar NIPV (Nederlands Indische Padvindery Vereeniging) untuk menggunakan istilah Padvinder dan Padvinderij, maka KH. Agus Salim menggunakan Pandu dan Kepanduan untuk menggantikan istilah asing itu.
- Dengan meningkatnya kesadaran nasional maka timbul niat untuk menggerakkan persatuan dan kesatuan antar organisasi-organisasi kepanduan pada tahun 1930, dengan adanya INPO (Indonesische Padvinders Organizatie), PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatera) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian terbentuklah federasi yang dinamakan Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia (PAPI) tahun 1931 yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKAI) tahun 1938.
- Disaat pendudukan Jepang (perang dunia II) oleh penguasa Jepang di Indonesia, organisasi kepanduan di Indonesia dilarang adanya. Tokoh-tokoh Pandu banyak yang masuk organisasi seinendan, keibodan dan PETA (Pembela Tanah Air).
- Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diwaktu berkobarnya perang kemerdekaan, dibentuklah organisasi kepanduan yang berbentuk kesatuan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Solo sebagai satu-satunya organisasi kepanduan didalam wilayah Negara Republik Indonesia.
- Setelah pengakuan kedaulatan kemerdekaan Indonesia. Terbukalah kesempatan kepada siapapun untuk membentuk organisas-organisasi kepanduan, diantaranya : HW, SIAP, PII, Pandu Kristen, Pandu Katolik, Pandu Ansor, KBI, dan lainnya.
- Menjelang tahun 1961 Kepanduan Indonesia terpecah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan. Organisasi tersebut tergabung dalam 3 organisasi kepanduan yaitu :
- IPINDO : Ikatan Pemuda Indinesia, tanggal 13 September 1951;
- POPPINDO : Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia, tahun 1954;
- PKPI : Perserikatan Kepanduan Puteri Indonesia.
- Menyadari akan kekurangan, maka 3 federasi tersebut melebur menjadi satu federasi yang diberi nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia) akan tetapi hanya 60 organisasi saja yang ikut dengan jumlah anggota keseluruhan hanya 500.000 orang.
- Oleh PERKINDO dibentuklah suatu panitia untuk memikirkan jalan keluar. Panitia menyimpulkan bahwa selain lemah juga terpecah-pecah. Gerakan kepanduan Indonesia lemah karena terpaku pada gaya lama yang tradisional dari kepanduan Inggris. Dan itupun hanya terbatas untuk orang-orang yang sudah berpendidikan berat.
- Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia itu akan dipergunakan pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa Gerakan Kepanduan Indonesia menjadi Gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat dinegara komunis.
- Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam PERKINDO menentangnya dan dengan bantuan Perdana Menteri Juanda maka perjuangan mereka menghasilkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
- Gerakan Pramuka adalah suatu perkumpulan yang berstatus Non Govermental (Bukan Badan Pemerintah) dan yang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan demokrasi dengan pengurusnya (Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting) dipilih dalam Musyawarah.
- Dalam Keputusan Presiden No.238 tahun 1961 tersebut ditetapkan :
- Penyelenggaraan Pendidikan Kepanduan ditugaskan kepada Perkumpulan Gerakan Pramuka.
- Diseluruh wilayah Republik Indonesia Perkumpulan Pramuka dengan Anggaran Dasar sebagaimana tertera pada lampiran Anggaran Dasar Gerakan Pramuka adalah satu-satunya Badan yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepanduan itu.
- Badan lain yang menyerupai perkumpulan Gerakan Pramuka dilarang adanya.
- Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 20 Mei 1961.
- Didalam AD / ART ditetapkan dasar Gerakan Pramuka adalah Pancasila dan dalam Anggaran Dasar itu ditetapkan pula bahwa Pramuka bertujuan untuk mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakan Indonesia agar menjadi manusia Indonesia yang baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
- Ketentuan didalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang "Prinsip-prinsip" dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia itu ternyata kemudian membawa banyak perubahan, yang membawa Gerakan Pramuka mengembangkan Kegiatannya secara luas.
Saresehan di SMA N Sumpiuh
Published :
Wednesday, December 19, 2012
Author :
Gravh
![]() |
| Foto Bersama Dewan Ambalan Lain |
Saresehan kata-kata itu mungkin sering kalian dengar, ya benar bisa dibilang seperti ramah tamah, kali ini Ambalan RamaSinta SMA N Banyumas diundang oleh Ambalan KamajayaKamaratih SMA N Sumpiuh untuk ramah tamah, tepatnya tanggal 18-12-2012 karna kebetulan Ambalan Kamajaya-Kamaratih mengadakan Pelantikan Bantara sehingga mengundang Ambalan kami.
Kegiatan dimulai dari pukul 12.30 namun ternyata saresehan baru dilaksanakan pada pukul 14.30 yah waktu yang cukup lama untuk menunggu, saat kegiatan dimulai ternyata ada 6 Ambalan lain yang ikut diundang, saat ramah tamah berlangsung cukup baik, anak-anaknya juga cukup menyenangkan apalagi mereka juga sering bertanya walau hanya pertanyaan yang mudah namun cukup membuat kami tercengang dengan pertanyaan tersebut. Ya pengalaman yang tidak bisa dilupakan walau hanya sebentar namun lumayann menjadikan keakraban diantara kami semua yang mengikutinya. Salam Pramuka!
Subscribe to:
Posts (Atom)
Labels
- Bina Satuan (1)
- Biography (2)
- Kegiatan (12)
- Kegiatan Rutin (5)
- Lain-Lain (1)
- Partisipasi (5)
- Pengetahuan (3)
- Penghargaan (1)
- Satuan Karya (9)
- Sejarah (4)
- SKU (2)
- Unit Kegiatan DKC (2)






