Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Slide Title 2

Slide Content 2

Slide Title 3

Slide Content 3

Slide Title 4

Slide Content 4

Slide Title 1

Slide Content 5

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, 14 May 2015

Hari Permulaan Tahun Kerja 20 Mei

RAMA-SHINTA JAYA! 

Hari Permulaan Tahun Kerja (20 Mei) adalah hari dimana disahkannya Kepres No. 238 tahun 1961, tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan ''Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia'', serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Sejak saat itu Gerakan Pramuka menjadi satu-satunya penyelenggara pendidikan kepanduan di Indonesia.

"SATYAKU KU DARMAKAN, DARMAKU KU BAKTIKAN"

-JURNALIS ARASHI-

Wednesday, 19 December 2012

KH Agus Salim (Biography)

KH Agus Salim
Haji Agus Salim (lahir dengan nama Mashudul Haq (berarti "pembela kebenaran"); lahir di Koto Gadang, Agam, Sumatera Barat, Hindia Belanda, 8 Oktober 1884 – meninggal di Jakarta, Indonesia, 4 November 1954 pada umur 70 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Haji Agus Salim ditetapkan sebagai salah satu Pahlawan Nasional Indonesia pada tanggal 27 Desember 1961 melalui Keppres nomor 657 tahun 1961
Agus Salim lahir dari pasangan Soetan Salim gelar Soetan Mohamad Salim dan Siti Zainab. Jabatan terakhir ayahnya adalah Jaksa Kepala di Pengadilan Tinggi Riau.
Pendidikan dasar ditempuh di Europeesche Lagere School (ELS), sekolah khusus anak-anak Eropa, kemudian dilanjutkan ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Ketika lulus, ia berhasil menjadi lulusan terbaik di HBS se-Hindia Belanda.
Setelah lulus, Salim bekerja sebagai penerjemah dan pembantu notaris pada sebuah kongsi pertambangan di Indragiri. Pada tahun 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada periode inilah Salim berguru pada Syeh Ahmad Khatib, yang masih merupakan pamannya.
Salim kemudian terjun ke dunia jurnalistik sejak tahun 1915 di Harian Neratja sebagai Redaktur II. Setelah itu diangkat menjadi Ketua Redaksi. Menikah dengan Zaenatun Nahar dan dikaruniai 8 orang anak. Kegiatannya dalam bidang jurnalistik terus berlangsung hingga akhirnya menjadi Pemimpin Harian Hindia Baroe di Jakarta. Kemudian mendirikan Suratkabar Fadjar Asia. Dan selanjutnya sebagai Redaktur Harian Moestika di Yogyakarta dan membuka kantor Advies en Informatie Bureau Penerangan Oemoem (AIPO). Bersamaan dengan itu Agus Salim terjun dalam dunia politik sebagai pemimpin Sarekat Islam.

Karya Tulis

Karya TulisKarya Terjemahan
  1. Riwayat Kedatangan Islam di Indonesia
  2. Dari Hal Ilmu Quran
  3. Muhammad voor en na de Hijrah
  4. Gods Laatste Boodschap
  5. Jejak Langkah Haji Agus Salim (Kumpulan karya Agus Salim yang dikompilasi koleganya, Oktober 1954)
  1. Menjinakkan Perempuan Garang (dari The Taming of the Shrew karya Shakespeare)
  2. Cerita Mowgli Anak Didikan Rimba (dari The Jungle Book karya Rudyard Kipling)
  3. Sejarah Dunia (karya E. Molt)

Karier Politik

Pada tahun 1915, Salim bergabung dengan Sarekat Islam (SI), dan menjadi pemimpin kedua di SI setelah H.O.S. Tjokroaminoto.
Peran Agus Salim pada masa perjuangan kemerdekaan RI antara lain:
  1. anggota Volksraad (1921-1924)
  2. anggota panitia 9 BPUPKI yang mempersiapkan UUD 1945
  3. Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Sjahrir II 1946 dan Kabinet III 1947
  4. pembukaan hubungan diplomatik Indonesia dengan negara-negara Arab, terutama Mesir pada tahun 1947
  5. Menteri Luar Negeri Kabinet Amir Sjarifuddin 1947
  6. Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta 1948-1949
Di antara tahun 1946-1950 ia laksana bintang cemerlang dalam pergolakan politik Indonesia, sehingga kerap kali digelari "Orang Tua Besar" (The Grand Old Man). Ia pun pernah menjabat Menteri Luar Negeri RI pada kabinet Presidentil dan di tahun 1950 sampai akhir hayatnya dipercaya sebagai Penasehat Menteri Luar Negeri.
Pada tahun 1952, ia menjabat Ketua di Dewan Kehormatan PWI. Biarpun penanya tajam dan kritikannya pedas namun Haji Agus Salim dikenal masih menghormati batas-batas dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik.
Setelah mengundurkan diri dari dunia politik, pada tahun 1953 ia mengarang buku dengan judul Bagaimana Takdir, Tawakal dan Tauchid harus dipahamkan? yang lalu diperbaiki menjadi Keterangan Filsafat Tentang Tauchid, Takdir dan Tawakal.
Ia meninggal dunia pada 4 November 1954 di RSU Jakarta dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Namanya kini diabadikan untuk stadion sepak bola di Padang.

Sejarah Singkat Gerakan Pramuka di Indonesia

Logo Gerakan Pramuka
Pendidikan Kepramukaan di Indonesia merupakan penidikan nasional yang penting dan merupakan bagian dari sejarah bangsa, oleh karena itu Pramuka Bakal Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD. Kata “Pramuka” merupakan singkatan dari Praja Muda Karana. "Praja" yang artinya Tempat, "Muda" yang artinya Pemuda, "Karana" yang artinya berkarya, jadi Pramuka memiliki arti tempat rakyat muda yang suka berkarya. Pramuka sendiri juga mempunyai sejarah, adapun Sejarah Singkat Gerakan Pramuka di Indonesia adalah sebagai berikut :
  1. Sumpah Pemuda yang dicetuskan dalam konggres Pemuda II pada tanggal 28 Oktober 1928 benar-benar menjiwai Gerakan Kenaduan Nasional Indonesia untuk lebih bergerak maju.
  2. Adanya larangan dari Pemerintah Hindia Belanda kepada organisasi kepanduan diluar NIPV (Nederlands Indische Padvindery Vereeniging) untuk menggunakan istilah Padvinder dan Padvinderij, maka KH. Agus Salim menggunakan Pandu dan Kepanduan untuk menggantikan istilah asing itu.
  3. Dengan meningkatnya kesadaran nasional maka timbul niat untuk menggerakkan persatuan dan kesatuan antar organisasi-organisasi kepanduan pada tahun 1930, dengan adanya INPO (Indonesische Padvinders Organizatie), PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatera) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian terbentuklah federasi yang dinamakan Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia (PAPI) tahun 1931 yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKAI) tahun 1938.
  4. Disaat pendudukan Jepang (perang dunia II) oleh penguasa Jepang di Indonesia, organisasi kepanduan di Indonesia dilarang adanya. Tokoh-tokoh Pandu banyak yang masuk organisasi seinendan, keibodan dan PETA (Pembela Tanah Air).
  5. Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, diwaktu berkobarnya perang kemerdekaan, dibentuklah organisasi kepanduan yang berbentuk kesatuan yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di Solo sebagai satu-satunya organisasi kepanduan didalam wilayah Negara Republik Indonesia.
  6. Setelah pengakuan kedaulatan kemerdekaan Indonesia. Terbukalah kesempatan kepada siapapun untuk membentuk organisas-organisasi kepanduan, diantaranya : HW, SIAP, PII, Pandu Kristen, Pandu Katolik, Pandu Ansor, KBI, dan lainnya.
  7. Menjelang tahun 1961 Kepanduan Indonesia terpecah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan. Organisasi tersebut tergabung dalam 3 organisasi kepanduan yaitu :
    1. IPINDO : Ikatan Pemuda Indinesia, tanggal 13 September 1951;
    2. POPPINDO : Persatuan Organisasi Pandu Puteri Indonesia, tahun 1954;
    3. PKPI : Perserikatan Kepanduan Puteri Indonesia. 
    Pada tahun 1955 IPINDO berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di pasar Minggu, Jakarta
  8. Menyadari akan kekurangan, maka 3 federasi tersebut melebur menjadi satu federasi yang diberi nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia) akan tetapi hanya 60 organisasi saja yang ikut dengan jumlah anggota keseluruhan hanya 500.000 orang.
  9. Oleh PERKINDO dibentuklah suatu panitia untuk memikirkan jalan keluar. Panitia menyimpulkan bahwa selain lemah juga terpecah-pecah. Gerakan kepanduan Indonesia lemah karena terpaku pada gaya lama yang tradisional dari kepanduan Inggris. Dan itupun hanya terbatas untuk orang-orang yang sudah berpendidikan berat.
  10. Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia itu akan dipergunakan pihak komunis sebagai alasan untuk memaksa Gerakan Kepanduan Indonesia menjadi Gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat dinegara komunis.
  11. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam PERKINDO menentangnya dan dengan bantuan Perdana Menteri Juanda maka perjuangan mereka menghasilkan Keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
  12. Gerakan Pramuka adalah suatu perkumpulan yang berstatus Non Govermental (Bukan Badan Pemerintah) dan yang berbentuk kesatuan. Gerakan Pramuka diselenggarakan menurut jalan aturan demokrasi dengan pengurusnya (Kwartir Nasional, Kwartir Daerah, Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting) dipilih dalam Musyawarah.
  13. Dalam Keputusan Presiden No.238 tahun 1961 tersebut ditetapkan :
    1. Penyelenggaraan Pendidikan Kepanduan ditugaskan kepada Perkumpulan Gerakan Pramuka.
    2. Diseluruh wilayah Republik Indonesia Perkumpulan Pramuka dengan Anggaran Dasar sebagaimana tertera pada lampiran Anggaran Dasar Gerakan Pramuka adalah satu-satunya Badan yang diperbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepanduan itu.
    3. Badan lain yang menyerupai perkumpulan Gerakan Pramuka dilarang adanya.
    4. Surat Keputusan ini berlaku mulai tanggal 20 Mei 1961. 
  14. Didalam AD / ART ditetapkan dasar Gerakan Pramuka adalah Pancasila dan dalam Anggaran Dasar itu ditetapkan pula bahwa Pramuka bertujuan untuk mendidik anak-anak dan pemuda-pemuda Indonesia dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakan Indonesia agar menjadi manusia Indonesia yang baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
  15. Ketentuan didalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka tentang "Prinsip-prinsip" dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia itu ternyata kemudian membawa banyak perubahan, yang membawa Gerakan Pramuka mengembangkan Kegiatannya secara luas. 

Selamat Datang

Selamat datang di Official Blog of Ambalan Rama Shinta SMA Negeri Banyumas. Di sini ada berbagai artikel edukatif kepramukaan yang dapat Sobat Baca, Unduh ataupun Salin. Di sini juga terdapat berbagai informasi tantang Organisasi Kami, kegiatan-kegiatan yang ada di Organisasi Kami, baik kegiatan rutin maupun kegiatan yang lain. Selamat Membaca!

Sepintas Tentang ARASHI

Arashi adalah Organisasi Pramuka yang ada di SMA Negeri Banyumas. SMA Banyumas memiliki Ekstrakurikuler Pramuka dengan Ambalannya yaitu RAMA dan SHINTA dengan GUDEP 10-1734 dan 10-1735. Kegaitan Kepramukaan adalah kegiatan yang resmi dan diatur dalam undang-undang yaitu UU No. 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Gerakan Pramuka terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan anggotanya.

Info